![]() |
| Suasana mencekam usai adu tembak antara polisi dan teroris di pantai Bondi, Australia (Foto: Ist) |
Aparat kepolisian New South Wales menyatakan kawasan Bondi Beach saat ini ditetapkan sebagai zona terlarang. Sejumlah petugas bersenjata masih berjaga, sementara penyelidikan di tempat kejadian perkara terus dilakukan.
Penembakan terjadi saat berlangsung perayaan Hanukkah Yahudi. Media Australia melaporkan lebih dari 100 peluru dilepaskan dalam waktu kurang dari enam menit. Rekaman video yang beredar juga menunjukkan adanya baku tembak antara pelaku dan polisi.
Berdasarkan laporan The Guardian, dua terduga pelaku telah diidentifikasi, yakni Sajid Akram (50) dan Naveed Akram (24), yang diduga memiliki hubungan ayah dan anak. Keduanya telah ditahan oleh kepolisian Australia.
Komisioner Kepolisian New South Wales, Mal Lanyon, menyebut insiden tersebut sebagai aksi terorisme. Namun demikian, ia mengapresiasi keberanian petugas yang bertindak cepat di tengah situasi kacau.
Pasca-kejadian, pemerintah negara bagian New South Wales mendirikan lokasi peringatan di belakang Paviliun Bondi. Perdana Menteri NSW, Chris Minns, mengajak masyarakat untuk memberikan penghormatan dengan meletakkan bunga di lokasi tersebut.
“Saya melihat warga mulai berdatangan dan meletakkan bunga. Kami mendorong masyarakat untuk melakukan hal yang sama,” ujar Minns.
Hingga saat ini, tercatat sekitar 40 korban masih menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit. Otoritas Australia belum mengungkap kewarganegaraan para korban.(srm/era)
