![]() |
| Persiapan layanan di Bandara menjelang Nataru 2025. (Foto : Intagram angkasapuraII) |
Melansir dari dpr.go.id, Jumat (14/11/2025), Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw meminta kepada pengelola Bandara agar tidak hanya fokus pada aspek kenyamanan dan keselamatan.
Tapi juga memastikan masyarakat tidak dirugikan oleh persoalan pelayanan dan konektivitas penerbangan, terutama menjelang masa libur Nataru 2025.
"Semua aspek harus diperhatikan mulai dari akses masuk ke area bandara, kelancaran arus penumpang, hingga keterhubungan antar-maskapai,” tegas Roberth usai meninjau di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Bandara, Rabu (13/11/2025).
Robert pun mencontohkan, banyak penumpang yang mengalami kerugian akibat keterlambatan atau gagalnya penerbangan lanjutan karena maskapai berbeda, tanpa ada kejelasan tanggung jawab dari pihak terkait.
“Kita sering melihat penumpang dirugikan karena tiketnya hangus akibat tidak bisa tersambung dengan penerbangan berikutnya beda maskapai. Yang bertanggung jawab siapa? Pemerintah dan operator penerbangan harus tegas menegakkan aturan,” ujar politisi dari Fraksi Nasdem itu.
Tidak hanya itu. Masih ada masalah pelayanan Bandara lainnya, seperti keterlambatan atau gagal koneksi penerbangan bukan hanya merugikan penumpang secara finansial, tetapi juga berdampak buruk terhadap citra pelayanan transportasi udara Indonesia, terutama bagi wisatawan mancanegara.
Atas dasar itu, Komisi V DPR RI pun mengusulkan agar, membentuk Panitia Kerja (Panja) Pengawasan Pelayanan Angkutan Penerbangan, guna memperkuat fungsi pengawasan dan memastikan pelayanan transportasi udara berjalan sesuai standar.
“Ke depan kami akan usulkan pembentukan Panja Pengawasan terhadap pelayanan angkutan penerbangan, agar ada pengawasan yang lebih ketat dan masyarakat tidak terus-menerus dirugikan,” paparnya.
Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI, Saadiah Uluputty mengatakan lonjakan penumpang harus diantisipasi dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan fasilitas terminal yang memadai. "Ini penting agar pelayanan di masa Nataru tetap lancar dan nyaman bagi masyarakat," ujarnya.
Legislator asal Maluku itu juga menekankan pentingnya pelayanan yang ramah dan efisien di bandara. Ia mengungkapkan masih banyak masyarakat yang mengeluhkan antrean panjang dan sikap petugas yang kurang responsif terhadap kebutuhan penumpang.
“Saya sendiri sering merasakan antrean panjang dan pelayanan yang kurang ramah. Hal-hal seperti ini harus segera dibenahi agar citra pelayanan publik di bandara semakin baik,” pungkasnya. (dicky irawan)
