Tragedi ini terjadi di dekat ladang minyak Al Buri, salah satu wilayah laut yang kerap dilalui kapal-kapal migran menuju Eropa. Dari 49 orang di atas kapal, hanya tujuh orang yang berhasil diselamatkan oleh otoritas pantai Libya.
Para penyintas dilaporkan terombang-ambing di laut selama enam hari penuh sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi lemah dan kelelahan berat. Menurut IOM, sebagian besar penumpang kapal berasal dari negara-negara Afrika Sub-Sahara yang berusaha melarikan diri dari kemiskinan dan konflik untuk mencari kehidupan lebih baik di Eropa.
Insiden ini kembali menyoroti bahaya ekstrem yang dihadapi para migran di jalur laut antara Libya dan Italia, rute yang dikenal sebagai salah satu perjalanan migrasi paling mematikan di dunia.
Laporan IOM mencatat bahwa ribuan nyawa telah hilang di perairan Laut Tengah dalam upaya menyeberang menggunakan perahu kecil dan tidak layak laut. Organisasi kemanusiaan tersebut menyerukan agar komunitas internasional segera memperkuat operasi penyelamatan dan perlindungan bagi migran untuk mencegah tragedi serupa terulang kembali.
Tragedi Al Buri ini menjadi pengingat getir akan putus asa dan harapan yang saling bertabrakan di lautan luas, di mana ribuan orang mempertaruhkan nyawa demi secercah masa depan yang lebih baik.(SRM/Era)
