Netanyahu Terpojok Dihantam Skandal Korupsi hingga Diburu ICC atas Dugaan Genosida Gaza

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu kembali menjadi sorotan setelah mengajukan permohonan pengampunan kepada Presiden Israel terkait kasus

Editor: Tan
Perdana Menter (PM) Israel Benjamin Netanyahu terpojok. Saat ini ia dihimpit skandal korupsi hingga diburu ICC atas dugaan genosida Gaza. (Foto: NBC News).
JAKARTA - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu kembali menjadi sorotan setelah mengajukan permohonan pengampunan kepada Presiden Israel terkait kasus korupsi yang telah membelitnya selama bertahun-tahun. Langkah ini muncul bersamaan dengan tekanan internasional yang semakin besar terhadap dirinya.

Sebagaimana dilansir dari Al-Jazeera, Pada saat yang sama, Netanyahu juga berada dalam posisi sulit karena menjadi sasaran surat perintah penangkapan yang diterbitkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan keterlibatannya dalam kejahatan perang di Gaza. 

Jaksa ICC, Karim Khan, pada 2024 menyatakan bahwa ia menuntut surat perintah penangkapan untuk Netanyahu serta Menteri Pertahanan Yoav Gallant. Keduanya dituduh melakukan pelanggaran serius, termasuk penggunaan kelaparan warga sipil sebagai taktik perang dan serangan yang disengaja terhadap penduduk sipil Palestina.

Pemerintah Israel menolak kewenangan ICC dalam kasus ini, sementara Netanyahu menyebut proses hukum tersebut sarat kepentingan politik.

Tumpukan kasus, mulai dari persidangan korupsi hingga dakwaan kejahatan internasional—kian memperberat posisi Netanyahu, yang saat ini memimpin negara itu di tengah kecaman global atas operasi militernya di Gaza yang dituduh bersifat genosida terhadap rakyat Palestina.

Seperti yang telah kami laporkan, Netanyahu telah meminta presiden Israel untuk memberinya pengampunan dalam persidangan korupsi yang telah berlangsung lama.

Hal ini terjadi ketika perdana menteri Israel juga menjadi subjek surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Pidana Internasional atas dugaan kejahatan perang di Gaza.

Jaksa ICC Karim Khan mengumumkan pada tahun 2024 bahwa ia sedang mencari surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, menuduh mereka melakukan kejahatan termasuk membuat warga sipil kelaparan sebagai metode peperangan dan serangan yang disengaja terhadap warga sipil.

Israel menolak yurisdiksi ICC, dan Netanyahu mengklaim langkah tersebut bermotif politik. Surat perintah penangkapan ICC dan kasus korupsi tersebut menambah tantangan yang dihadapi pemimpin Israel yang tengah berjuang di tengah perang genosida negara itu terhadap rakyat Palestina.(srm/era)

Share:
Komentar

Berita Terkini