![]() |
| Gubsu Muhammad Bobby Afif Nasution memberikan arahan dan bimbingan sekaligus menutup Pertemuan Forum Strategis dengan seluruh pimpinan OPD di Aula Mess Pemprovsu Pora-pora Parapat Kabupaten Simalungun, Minggu malam (11/1/2026). (foto/ist) |
Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution optimistis, komitmen tersebut menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan Sumut yang lebih efektif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Bobby Nasution saat menutup forum yang berlangsung di Aula Mess Pora-Pora Tengku Rizal Nurdin, Parapat, Kabupaten Simalungun, Minggu malam (11/1/2026).
“Dengan tujuh komitmen yang dihasilkan dari forum ini, saya optimistis kita dapat melangkah lebih solid. Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi dan sinergi seluruh OPD,” tegas Bobby di hadapan seluruh pimpinan OPD Pemprov Sumut.
Bobby menekankan, visi dan misi pembangunan daerah tidak boleh berhenti pada dokumen perencanaan semata, melainkan harus diterjemahkan ke dalam kerja nyata yang hasilnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Saya ingin komitmen ini tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar dijalankan, dievaluasi, dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat Sumatera Utara,” ujarnya.
Melalui forum tersebut, Bobby berharap seluruh OPD dapat bergerak seirama, saling mendukung, dan berorientasi pada hasil, sehingga tujuan pembangunan Sumut dapat tercapai secara optimal dan berkelanjutan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan OPD atas pelaksanaan kegiatan ini sejak Jumat hingga hari ini. Meski dilaksanakan secara mendadak sebagai tindak lanjut diskusi kita, forum ini diharapkan mampu menyelaraskan persepsi serta memperkuat komitmen dan kebersamaan antar pimpinan OPD,” katanya.
Forum Strategis OPD Pemprov Sumut ini menghasilkan tujuh komitmen bersama yang menjadi landasan gerak kolektif dalam mewujudkan kolaborasi Sumut Berkah menuju provinsi yang unggul, maju, dan berkelanjutan.
Tujuh komitmen tersebut dibacakan oleh Kepala Bappelitbang Sumut Dikky Anugerah dan diserahkan kepada Gubernur Sumut melalui Penjabat Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap.
Adapun tujuh komitmen bersama kepala OPD Sumut meliputi: Menyelaraskan seluruh kebijakan, program, dan kegiatan OPD guna mendukung pencapaian visi dan misi, RPJMD Sumut 2025–2029, RKPD 2026, program prioritas, Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), proyek strategis daerah, serta pemulihan pascabencana.
Memimpin langsung pengendalian kinerja organisasi dan bertanggung jawab penuh atas perencanaan, pelaksanaan, capaian hasil, serta pengendalian risiko, termasuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Menyelenggarakan perencanaan dan penganggaran yang operasional, terukur, dan berorientasi pada hasil serta dampak nyata bagi masyarakat.
Menerapkan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan manajemen risiko secara substantif, bukan sekadar formalitas.
Menjaga disiplin anggaran, kualitas pelaksanaan kegiatan, serta integritas dalam pengadaan barang dan jasa.
Mengelola kinerja OPD berbasis outcome dan dampak, khususnya pada pemulihan layanan dasar, sosial, ekonomi, dan infrastruktur.
Memperkuat kolaborasi lintas OPD, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah pusat, serta pemangku kepentingan lainnya guna mempercepat pemulihan pascabencana dan pencapaian tujuan pembangunan Sumut.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Kepala BPSDM Sumut Agustinus menyampaikan, forum ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan persepsi dan memperkuat kepemimpinan kepala OPD dalam mengawal 17 Program Prioritas, 53 Program Strategis Daerah, serta 6 Program Hasil Terbaik Cepat (Quick Wins) Provinsi Sumut.
Ia menambahkan, hasil forum menunjukkan meningkatnya keselarasan program pembangunan serta pemetaan tingkat pemahaman pimpinan OPD terhadap visi dan misi Gubernur Sumut beserta program prioritas yang telah ditetapkan. [tan]
.jpg)